Thursday, March 15, 2012

BUKAN MASTER CATUR


Suatu ketika ada seorang remaja yang nyelonong ke meja sebuah café sambil membawa papan catur.

Ada yg bisa ngajarin langkah ‘kuda’ sama ‘benteng’ ngga…? Please...”  Suaranya cukup keras untuk di dengar 5 pria yg ada di meja tersebut.

Tiba-tiba seorang anak muda maju untuk mengajari.  Tapi baru mau mengajari langkah ‘kuda’ teman si-anak muda menyikutnya.

Ssstt,..Master catur tuh..!” Ujarnya sambil menunjuk seorang Bapak yg berjarak setengah meter, yg lagi asyik minum.

Si- anak muda berhenti dan mempersilahkan sang Master catur.  Sang master menoleh sekilas dan melanjutkan minum.  Lalu si-anak muda melanjutkan pengajarannya.  Tapi temannya yg merasa ngga enak, kembali menyikut si-anak muda.  Sedikit kurang senang, si-anak muda bicara pada temannya

Biarpun dia Master, kalo dia nolak ngajarin, kenapa kita harus merasa kecil hati untuk ngajarin 2 langkah yg kita tahu pada orang yg mau belajar…”  Si-anak muda melanjutkan usahanya.

Terkadang kehidupan emang gitu.  Orang-orang terbaik lebih banyak jadi penonton ketimbang bertindak.  Jadi, kenapa harus minder cuma karena kita tahu sedikit.  Bukankah nunjukin jalan supaya orang ngga tersesat jauh lebih baik daripada ngangkatnya waktu dia udah di jurang…?