Tuesday, May 3, 2011

MEMOTIVASI DENGAN MENGGARUK KEMALUAN

(khusus yang merasa dewasa)

Jangan ngeres dulu deh sebelum membaca lebih lanjut

Dalam persepsi saya, mobilitas kerja dunia swasta lebih tinggi ketimbang institusi pemerintah. Hal ini dimungkinkan oleh capaian target sebagai pemicunya. Kalau capaian target swasta selalu money oriented. Tapi tidak demikian dengan institusi plat merah
Kenyataan itupula yang melatar belakangi perbedaan para pimpinannya dalam memotivasi bawahan (menurut saya loh). Dimana anda berdiri, tergantung di mana anda duduk. Begitu kata Stephen Covey

Berkecimpung dibursa kerja swasta selama hampir 15 tahun, saya melewati beberapa kali masa kepemimpinan.

Dari berbagai corak/style yang full colour, saya lebih banyak tertarik pada cara pimpinan memotivasi. Bagaimana mereka membangkitkan energy bawahannya guna memutar roda usaha. Efisiensi dan efektivitas, hingga mengerucut pada optimalisasi produktifitas.

Biasanya, warna pimpinan dalam memotivasi, banyak dipengaruhi oleh mentor favoritnya, plus pengalaman pribadi.

Ada beberapa metode motivasi yang saya amati

Metode Studi banding

Satu cara yang membanding-bandingkan cara kerja dan system yang ditempuh organisasinya, dengan pihak lain.

“Di perusahaan A, bisa menghasilkan 30 ton sehari dengan jumlah pekerja sekian. Tapi di sini hanya…”

“Perusahaan C juga menggunakan peralatan yang sama dengan kita, tapi kualitas mereka lebih baik dari kita.”

Biasanya, metode ini memberikan dampak yang beragam terhadap bawahan. Ada yang termotivasi, namun tak sedikit yang merasa terintimidasi. Tergantung pada cara penerimaan.

Metode edukasi berbasis fakta ilmiah dan empiris

Cara ini banyak di pakai pimpinan yang telah banyak makan asam garam dunia usaha, gemar membaca dan mengikuti trend yang berkembang.

“Kita harus lebih meningkatkan jumlah produksi. Ini kesempatan. Data menunjukan kalau ruaya ikan tertentu akan memasuki perairan kita. Dan karena pengaruh ketidak stabilan alam di Negara pembeli, hingga ketersediaan bahan baku di daerah mereka berkurang drastis. Ini berdampak pada meningkatnya permintaan mereka”


Metode ‘menggaruk kemaluan’

Hehehe…..ini istilah saya loh. Cara yang tanpa sadar (tapi bukan pingsan loh…) begitu digemari banyak  pimpinan saat memotivasi bawahannya. Yakni dengan membangunkan kemaluan,..uppps,..maaf,..maksudnya membangun ‘roh rasa malu’ yang bersemayam dalam hati.

“Bagaimana perusahaan kita bisa maju pesat kalau supervisornya lebih banyak ngerumpi dan baca Koran. Masa sih perusahaan mbayar gaji orang ngerumpi dan baca Koran sampe 4,5 juta….!”

“Wah, saya kira tadinya semua supervisor pada cuti. Soalnya sebagian besar ngga ada di lokasi tuh. Ato jam istirahat supervisor yang udah dirubah tanpa sepngetahuan saya nich…?”

Walau terkesan kurang tegas dan penuh basa-basi, tapi cara ini kerap berhasil. Karena banyak orang udah bosen dibentak-bentak dengan mata melotot dan gebrakan meja. Cukup di garuk saja kemaluannya,..uppss, salah lagi. Maksudnya di bangunkan perasaan malunya. Kan umumnya, pimpinan tingkat menengah punya kepekaan dan sensitifitas yang lebih tinggi, atau konyolnya: kemaluan mereka lebih mudah di bangunkan…..hehehe….

Kalau udah dipermalukan masih ngga ‘ngeh’ juga, berarti ada 2 kemungkinan: 1) bolot 2) urat malunya udah putus. Simple koq. Turunin aja kepangkatannya.

Metode kolaborasi

Namanya juga kolaborasi, tentunya adopsi dari ke-3 metode di atas.

Kalo anda, pilih yang mana……? Hehehe,…..ketahuan,…doyan ‘menggaruk kemaluan’ ya…?




MARILAH KITA BERSATU MENOLAK PERANG DAN KEKERASAN DI SELURUH DUNIA