Friday, March 11, 2011

OmG,..Gue Dah Gila...?

Stop…..!!!! kalo loe waras, baiknya gak usah mbaca terus dech. Ntar nyesel..

Ini peringatan ke-dua.  Stop…!! Gw gakkalo loe masih mbaca juga.

Loh, masih membaca juga…?? Ok deh kalau begitu. Dengan senang hati gue ucapin: “Selamat datang di komunitas orang gila.” Tuh kan tersinggung…..! Kan udah gue peringatin....hehehe..

Jadi begini, wahai komunitas gila yang saya gilai, pastinya ada beberapa pertimbangan gila yang membuat anda masih juga tergila-gila untuk melanjutkan kegilaan anda membaca tulisan gila ini.
  1.  Anda bukan tipe orang yang setengah gila dalam melakukan banyak hal gila. Ini dibuktikan dari kegilaan anda yang masih terus membaca tulisan gila ini. Karena saya pikir secara gila, ketika anda mulai membaca, anda berpikir telah melakukan kegiatan setengah gila. Daripada Cuma setengah, pastinya anda merasa riskan dituduh oleh suara gila dari hati anda sebagai orang yang setengah-setengah.  Karena itulah anda memutuskan untuk menjadi gila yang seutuhnya.
  2. Anda merupakan salah satu teman saya yang merasa iba melihat kegilaan saya, lalu memutuskan untuk mengambil resiko menjadi segila saya
  3.  Anda hanya ‘kebetulan’ menjalin pertemanan dengan saya lewat FB ini, lalu mencoba cari tahu  sejauh mana tingkat kegilaan saya, supaya anda punya alasan (yang tidak gila), yang cukup kuat untuk menghapus saya dari daftar pertemanan
  4. Sebenarnya anda justru kurang menyukai  saya.  Kalaupun anda telah melangkah segila ini,  semata-mata karena anda telah terjebak dalam nuansa gila yang saya ciptakan. Padahal, tujuan anda sebenarnya hanya untuk mengukur kadar kegilaan saya
  5. Khusus wanita, jika masih terlibat dengan kegilaan ini, cuma berarti 2 kemungkinan, yaitu sama dengan bunyi poin (2), atau diam-diam menaruh rasa gila terhadap saya….hehehe….(orang gila tidak mengenal istilah GEER loh…)
  6. Anda memang sudah bosan dengan kondisi waras, sehingga bagaikan mendapat oksigen kebebasan bisa tergabung dalam komunitas gila, sebagai sesama kaum gila



Bicara soal gila, seharusnya kita bersyukur bisa tergabung dalam komunitas gila. Kenapa?

  • Karena hanya dalam kondisi gila, kita bisa bebas murni dari segala macam dakwaan dalam berbagai kasus di pengadilan. Buktinya, tidak sedikit orang waras yang sudi melamar dalam komunitas gila, demi menghindari jerat hukum. Dan ironisnya, setelah keputusan pengadilan membatalkan tuntutan, mereka mendadak waras, dan menajiskan kaum gila.
  • Jika kaum gila melakukan tindakan gila, itukan wajar. Sebaliknya, lebih banyak kaum yang mengagungkan kewarasannya, justru melakukan tindakan-tindakan gila. Mau contoh? Nonton aja kelakuan gila kaum waras di parlemen atau dunia politik.
  •  Jika kaum gila mencari makan dengan mengais sampah, wajar kan? Lah wong gila koq. Tapi warasnya, tidak sedikit kaum yang menyanjung kewarasan, justru menghisap makan yang dikais kaum gila tersebut. Ngga percaya? Tuh liat bantuan bencana alam yang seringkali tidak sampai pada korban bencana.

  • Kaum gila tidak pernah menghina kaum yang berseberangan dengannya. Hahaha…emangnya pernah ada orang gila yang bilang “Dasar kamu waras..!”  kan selalu orang waras yang teriak “Dasar gila..!”

  • Tidak ada orang gila yang berubah waras karena tekanan dan depresi.
  •  Orang gila tidak pernah tergila-gila dengan harta. Bukankah pernyataan “Dasar gila harta” hanya ditujukan bagi orang waras?


Malam semakin gila, menyatu dengan gilanya angin malam. Dari sebuah kedai gila, mengalun salah satu lagu yang saya gilai, yang dinyanyikan Afgan

Tersadar, di dalam gilaku,..setelah jauh menggila, cahaya gilamu, menuntunku,..
Terima kasih gila, untuk segilanya, kau berikan gila, kesempatan gila, tak akan terulang gila, semua kegilaanku, yang pernah menggilaimu……(Afgan)
 

Filsafat gila: hal tergila yang dilakukan orang gila adalah berhenti berharap menjadi gila     

sekian dulu kegilaan ini.  Salam gila....!